5. "BERDOA" KEPADA ORANG KUDUS
Kadang-kadang dipertanyakan mengapa orang-orang Katolik berdoa kepada Maria, malaikat atau orang kudus. Mengapa tidak berdoa langsung kepada Allah saja atau kepada Yesus, satu-satunya Pengantara antara manusia dengan Allah?
A. Dalam Perjanjian Lama:
B. Dalam Perjanjian Baru:
Ayat-ayat di atas mengajarkan tiga hal berikut ini kepada kita:
Dengan ketiga paham inilah maka praktek "berdoa" kepada orang kudus Maria, santo-santa dapat dibenarkan. Mengapa? Sebab Maria dan para kudus adalah anggota-anggota Gereja juga. Setelah mereka meninggal dunia dan bersatu dengan Kristus disurga, mereka tetap saudara-saudari kita, anggota satu keluarga Allah. Mereka tidak terpisah jauh dari kita, melainkan malah lebih dekat dengan kita. Maka dari itu, jika kita bisa mohon (atau "berdoa" dalam arti luas) kepada sesama manusia yang hidup didunia ini, mengapa kita tidak boleh "berdoa" atau lebih tepat "minta didoakan" kepada Maria dan para kudus yang di surga? Malah kita yakin bahwa doa-doa mereka sangat besar kuasanya sebab mereka itu orang-orang kudus yang lebih dekat pada Allah di surga. Dan sejauh membuktikan betapa besar kuasa doa Bunda Maria bagi putera-puterinya. Perlu dicatat bahwa pada hakekatnya doa-doa kepada Maria dan para kudus sebenarnya berupa permohonan supaya mereka memintakan rahmat-rahmat tertentu bagi kita. Jadi Maria dan para kudus hanyalah pengantara kita pada Kristus (atau Allah Bapa). Hal ini tidak mengurangi nilai Kristus sebagai satu-satunya pengantara antara manusia dan Bapa. Bukankah orang kristen-bukan-katolik juga berdoa langsung kepada Bapa di surga. Apakah dengan langsung berdoa kepada Allah Bapa mereka mau mengurangi peranan Kristus sebagai pengantara? Tidak bukan?
Akhirnya perlu dicatat bahwa istilah "berdoa" tentu berbeda artinya bila ditujukan pada Maria dan para kudus. "Berdoa" dalam arti tegas dan sempit memang hanya dapat ditujukan Kepada Allah.