7. KESELAMATAN MELALUI IMAN SAJA?

 

Pada paragrap 6 kami kutip kritik yang mengatakan bahwa ajaran tentang api penyucian itu adalah keselamatan melalui karya, dan ini bertentangan dengan ajaran keselamatan hanya melalui iman.

Bagaimana jawaban kita?

Kami kira semua akan setuju bahwa iman dan baptisan itu bukanlah karcis untuk masuk surga. Kalau orang percaya kepada Yesus Kristus, dibaptis dalam nama Tritunggal, lalu setelah itu dia hidup persis seperti ketika ia masih seorang kafir, dapatkah ia masuk surga? Jelas tidak. Itu berarti bahwa IMAN saja tidak cukup. Kalau begitu apa artinya ajaran-ajaran Paulus bahwa manusia itu dibenarkan hanya oleh iman, bukan oleh perbuatan-perbuatannya (Ef 2:8-9; Rm 4)? Artinya sebagai berikut. Orang tidak diselamatkan karena dia berbuat baik dan sudah melaksanakan hukum, melainkan karena imannya kepada Allah, dan iman itu adalah anugerah Allah juga. Tetapi begitu dia percaya dan diselamatkan, dia harus berbuat baik sesuai dengan imannya. Tanpa usaha sendiri iman akhirnya tidak ada gunanya juga. Jadi untuk keselamatan dibutuhkan:

    1. IMAN
    2. PERBUATAN BAIK sebagai konsekuensi IMAN

Iman dan perbuatan, keduanya penting, yang satu tidak mungkin tanpa yang lain tetapi iman berada di tempat utama. Itu berarti: orang diselamatkan pertama-tama karena IMAN, baru sesudah itu dia harus hidup baik supaya keselamatan yang sudah diperolehnya itu tetap dimilikinya. Tanpa perbuatan baik dari orang tidak bisa selamat juga.

Apakah paham di atas bertentangan dengan Alkitab? Tidak. Coba perhatikan ayat-ayat ini:
* Bukankah Abraham, Bapa kita, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia mempersembahkan Ishak, anaknya, diatas mezbah? Kamu lihat, bahwa iman bekerja sama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna. Dengan jalan demikian genaplah nas yang mengatakan: 'Lalu percayalah Abraham kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran' (Yak 2:21-23)". Perlu diperhatikan benar-benar bahwa Kej 15:6 dikutip oleh Yakobus untuk menerangkan perlunya perbuatan, sedangkan ayat yang sama dipakai oleh Paulus untuk menekankan perlunya iman (Rm 4:3). Keduanya benar karena masing-masing mau menekankan Satu aspek tanpa menyangkal aspek lain. Dari sebab itu Yakobus bisa berkata lebih lanjut: "Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seseorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?" (Yak 2:14) Dapat dimengerti mengapa Martin Luther memasukkan surat Yakobus ini dalam indeks Perjanjian Baru, artinya ia segan mengakui sebagai bagian Perjanjian Baru, sebab ada ayat-ayat yang menentang teorinya. Mengapa imanlah yang pertama-tama menyelamatkan manusia, tetapi diandaikan juga bahwa itu segera dihayati dalam perbuatan-perbuatan baik. Yesus sendiri sering menjanjikan banyak ganjaran di surga atas perbuatan-perbuatan baik yang kita lakukan. Itu berarti bahwa keselamatan manusia adalah ANUGERAH GRATIS dari Allah berkat iman, tetapi sekaligus juga suatu TUGAS!
* Paulus sendiri yang menekankan iman sebagai sebab pertama dan utama dari keselamatan kita, tidak segan-segan berkata: "Tepatlah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar" (Flp 2:12). Jadi keselamatan itu bukan sesuatu yang sudah jadi yang kita terima berkat iman, tetapi sesuatu yang masih harus kita perjuangkan dan kita kejar sendiri juga dengan takut dan gentar!

 :